my visitor counter *gomawo^^

Which Your KPOP Fandom? Vote Here...

Rabu, 19 Januari 2011

Mitos-Mitos yang Ada di Jogjakarta

Author Ni'matul Aulia pukul 1:10 PM
  1. Memeluk Tugu Jogja. Mitos ini telah berkembang di kalangan mahasiswa sejak dahulu kala. Tugu Jogja ini tepat berada ditengah-tengah perempatan jalan besar, salah satunya Jalan Mangkubumi yang menuju ke Jalan Malioboro. Biasanya pada malam hari banyak gerombolan anak muda yang berfoto-foto riang di depan ataupun samping Tugu Jogja yang pada awalnya bernama Golog Giling ini. Kamu pengen cepet lulus kuliah? Cepetan peluk Tugu!
  2. Suara derap kaki kuda di malam hari. Nah, kalau kamu pas tengah malam tiba-tiba merasa mendengar suara andong lengkap dengan suara langkah derap kaki kuda melewati depan rumah atau kamar kamu, itu artinya kamu bakal betaaaaaaah sekali tinggal di Jogja. Mitosnya itu adalah suara andong milik Kanjeng Ratu Kidul yang memberi pangestu kepada kita untuk tinggal di Jogja dengan damai.
  3. Minum air selokan Mataram. Kalau kamu tinggal di utara dan timur Jogja pasti sudah gak asing sama yang namanya selokan Mataram. Selokan yang melewati tempat hunian anak-anak kos di daerah Pogung sampai di daerah Babarsari yang menggurita akan kampus-kampus. Mitos yang berkembang nih kalau kamu minum air selokan ini katanya setelah kamu meninggalkan kota Jogja, suatu hari nanti pasti akan kembali dan terus kembali ke Jogja. Bisa jadi karena dapat jodoh cowok atau cewek asli Jogja, mungkin lho.... Tapi menarik juga nih! *tuing tuing*
  4. Tidak boleh foto-foto di depan gerbang utama kampus UGM yang bertuliskan Universitas Gadjah Mada. Ini yang paling menarik. Mitosnya adalah kalau kamu belum lulus kuliah dan berani foto-foto di depan tulisan itu, maka kamu akan menjadi mahasiswa abadi, selamanya! S-E-L-A-M-A-N-Y-A! Duh kayak dikutuk aja.... Haha. Tapi entah kenapa memang biasanya mereka yang foto-foto disana adalah hanya wisudawan serta wisudawati atau sekedar pengunjung yang iseng. Kalau mahasiswa UGM sendiri jarang sekali yang iseng foto-foto disana.
  5. Suara korps drum band di waktu subuh. Jika mendengar korps drum band dari kerajaan Merapi yang sedang apel pagi, hyuk. Gak ada artinya apa-apa sih, tapi memang gak semua orang bisa dengerin suara musik drum band yang berirama flat itu.
  6. Legenda Yu Darmi. Dengan payung hitam dan baju hangat semacam sweater berkerah menutup leher, beliau "bekerja" menjadi PSK senior. Rumahnya kalo tidak salah diselatannya stasiun lempuyangan.
  7. Kuyuhan dibawah Kretek Kewek. Jembatan atau Kretek Kewek, berasal dari kata Kerk = Gereja dan Wek = Weg =Jalan. Merupakan serapan dari kata bahasa Belanda. Orang jogja, pasti sekali dua kali pernah merasakan kecipratan uyuh ketika melintas di bawah jembatan ini yang notabene adalah jalan atau rel kereta. Kuyuhan dibawah Kretek Kewek ini menjadi fenomena unik di Jogja.
  8. Legenda Manuk Bence dan Cul. Manuk atau burung Bence, kedatangannya yang ditandai dengan suara ocehannya pada tengah malam, dijadikan tanda akan adanya bahaya, kematian, bencana, dll. Sedangkan manuk atau burung Culi, dijadikan tanda bahwa ada jenazah yang tali kain kafannya belum dilepas, sehingga minta diculi, di-uculi (dilepas-Jawa)
  9. Mitos dilarang nuding kuburan. Dahulu waktu ane masih kecil, ada mitos kalau tidak atau dengan sengaja menudingkan jari kita ke arah kuburan, maka kita harus menggigit ujung jari yang digunakan untuk menuding, jika bisa sampai berdarah, lantas ujung jari tersebut disentuhkan ke tanah dan bilang amit-amit ora ndulit. Tanah yang menempel di ujung jari, baru boleh dibersihkan setelah sampai kerumah. Kalau tidak dibegitukan namanya nuding setan, jarinya bisa bengkok gan.
  10. Mbah Atin. Mbah Atin adalah seorang ibu tua yang agak waras. Berbusana jarik-kebaya dan mengempit tas berwarna hitam, mbah Atin selalu saja tahu dan selalu ada jika ada sripah atau lelayu atau orang meninggal. Hingga, mbah Atin selalu dikait-kaitkan membawa kematian pada setiap daerah yang didatanginya.
  11. Rumor tentang adanya hantu biyung tulung di njeron beteng. Dahulu, pernah sekali terjadi rumor tentang hantu biyung tulung di seputaran kadipaten ke arah ngasem (masih area njeron beteng). Hantu biyung tulung ini selalu tidak pernah menampakkan wujud, hanya suara yang mengaduh memanggil ibunya minta tolong "aduh biyung, tulung".
  12. Gauk (sirine-Jawa) pabrik gula Madukismo. Suara gauk yang meraung raung setiap jam 5.45, 6.00, 21.45, dan pukul 22.00. Suara ini akan terdengar setiap musim tebang tebu atau disebut cembengan, yaitu pada bulan April-Oktober.
  13. Gauk pitulasan, 1 Maret, dan 10 November. Suara gauk ini berasal dari tower gauk di selatan pasar Gampingan (Serangan) selatan jalan.Kalau tanggal 1 Maret dan 10 November pasti dibunyikan tepat jam 6 pagi. Kalau pas 17-an pasti jam 10 pagi. Pada saat gauk pitulasan dibunyikan, ada ritual kusus yang dilakukan para mahasiswa Institut Seni Indonesia, yaitu tiarap. Tapi akhir 80-an, tower yang sudah tidak berfungsi sejak awal 90-an itu sudah dirubuhkan karena dibelakangnya dibangun PLN baru. Sebelum PLN, bangunan pabrik anim yang terkenal angker.
  14. Legenda LAMPOR. Lampor adalah tentara dari kerajaan Ratu Pantai Selatan. Mereka datang dengan kereta kuda mengantarkan Ratu yang hendak berkunjung dengan kereta kencananya menuju Gunung Merapi melewati sungai Code. Tapi jaman dulu memang mereka benar-benar mendengarkan suara gemerincing itu. Legenda tentang Lampor ini pernah dituliskan dalam sebuah cerpen oleh seorang tukang becak, tapi ketika tulisannya mendapat juara dalam sebuah kompetisi, dia menolak untuk menulis lagi.

0 comments:

Posting Komentar

Rabu, 19 Januari 2011

Mitos-Mitos yang Ada di Jogjakarta

  1. Memeluk Tugu Jogja. Mitos ini telah berkembang di kalangan mahasiswa sejak dahulu kala. Tugu Jogja ini tepat berada ditengah-tengah perempatan jalan besar, salah satunya Jalan Mangkubumi yang menuju ke Jalan Malioboro. Biasanya pada malam hari banyak gerombolan anak muda yang berfoto-foto riang di depan ataupun samping Tugu Jogja yang pada awalnya bernama Golog Giling ini. Kamu pengen cepet lulus kuliah? Cepetan peluk Tugu!
  2. Suara derap kaki kuda di malam hari. Nah, kalau kamu pas tengah malam tiba-tiba merasa mendengar suara andong lengkap dengan suara langkah derap kaki kuda melewati depan rumah atau kamar kamu, itu artinya kamu bakal betaaaaaaah sekali tinggal di Jogja. Mitosnya itu adalah suara andong milik Kanjeng Ratu Kidul yang memberi pangestu kepada kita untuk tinggal di Jogja dengan damai.
  3. Minum air selokan Mataram. Kalau kamu tinggal di utara dan timur Jogja pasti sudah gak asing sama yang namanya selokan Mataram. Selokan yang melewati tempat hunian anak-anak kos di daerah Pogung sampai di daerah Babarsari yang menggurita akan kampus-kampus. Mitos yang berkembang nih kalau kamu minum air selokan ini katanya setelah kamu meninggalkan kota Jogja, suatu hari nanti pasti akan kembali dan terus kembali ke Jogja. Bisa jadi karena dapat jodoh cowok atau cewek asli Jogja, mungkin lho.... Tapi menarik juga nih! *tuing tuing*
  4. Tidak boleh foto-foto di depan gerbang utama kampus UGM yang bertuliskan Universitas Gadjah Mada. Ini yang paling menarik. Mitosnya adalah kalau kamu belum lulus kuliah dan berani foto-foto di depan tulisan itu, maka kamu akan menjadi mahasiswa abadi, selamanya! S-E-L-A-M-A-N-Y-A! Duh kayak dikutuk aja.... Haha. Tapi entah kenapa memang biasanya mereka yang foto-foto disana adalah hanya wisudawan serta wisudawati atau sekedar pengunjung yang iseng. Kalau mahasiswa UGM sendiri jarang sekali yang iseng foto-foto disana.
  5. Suara korps drum band di waktu subuh. Jika mendengar korps drum band dari kerajaan Merapi yang sedang apel pagi, hyuk. Gak ada artinya apa-apa sih, tapi memang gak semua orang bisa dengerin suara musik drum band yang berirama flat itu.
  6. Legenda Yu Darmi. Dengan payung hitam dan baju hangat semacam sweater berkerah menutup leher, beliau "bekerja" menjadi PSK senior. Rumahnya kalo tidak salah diselatannya stasiun lempuyangan.
  7. Kuyuhan dibawah Kretek Kewek. Jembatan atau Kretek Kewek, berasal dari kata Kerk = Gereja dan Wek = Weg =Jalan. Merupakan serapan dari kata bahasa Belanda. Orang jogja, pasti sekali dua kali pernah merasakan kecipratan uyuh ketika melintas di bawah jembatan ini yang notabene adalah jalan atau rel kereta. Kuyuhan dibawah Kretek Kewek ini menjadi fenomena unik di Jogja.
  8. Legenda Manuk Bence dan Cul. Manuk atau burung Bence, kedatangannya yang ditandai dengan suara ocehannya pada tengah malam, dijadikan tanda akan adanya bahaya, kematian, bencana, dll. Sedangkan manuk atau burung Culi, dijadikan tanda bahwa ada jenazah yang tali kain kafannya belum dilepas, sehingga minta diculi, di-uculi (dilepas-Jawa)
  9. Mitos dilarang nuding kuburan. Dahulu waktu ane masih kecil, ada mitos kalau tidak atau dengan sengaja menudingkan jari kita ke arah kuburan, maka kita harus menggigit ujung jari yang digunakan untuk menuding, jika bisa sampai berdarah, lantas ujung jari tersebut disentuhkan ke tanah dan bilang amit-amit ora ndulit. Tanah yang menempel di ujung jari, baru boleh dibersihkan setelah sampai kerumah. Kalau tidak dibegitukan namanya nuding setan, jarinya bisa bengkok gan.
  10. Mbah Atin. Mbah Atin adalah seorang ibu tua yang agak waras. Berbusana jarik-kebaya dan mengempit tas berwarna hitam, mbah Atin selalu saja tahu dan selalu ada jika ada sripah atau lelayu atau orang meninggal. Hingga, mbah Atin selalu dikait-kaitkan membawa kematian pada setiap daerah yang didatanginya.
  11. Rumor tentang adanya hantu biyung tulung di njeron beteng. Dahulu, pernah sekali terjadi rumor tentang hantu biyung tulung di seputaran kadipaten ke arah ngasem (masih area njeron beteng). Hantu biyung tulung ini selalu tidak pernah menampakkan wujud, hanya suara yang mengaduh memanggil ibunya minta tolong "aduh biyung, tulung".
  12. Gauk (sirine-Jawa) pabrik gula Madukismo. Suara gauk yang meraung raung setiap jam 5.45, 6.00, 21.45, dan pukul 22.00. Suara ini akan terdengar setiap musim tebang tebu atau disebut cembengan, yaitu pada bulan April-Oktober.
  13. Gauk pitulasan, 1 Maret, dan 10 November. Suara gauk ini berasal dari tower gauk di selatan pasar Gampingan (Serangan) selatan jalan.Kalau tanggal 1 Maret dan 10 November pasti dibunyikan tepat jam 6 pagi. Kalau pas 17-an pasti jam 10 pagi. Pada saat gauk pitulasan dibunyikan, ada ritual kusus yang dilakukan para mahasiswa Institut Seni Indonesia, yaitu tiarap. Tapi akhir 80-an, tower yang sudah tidak berfungsi sejak awal 90-an itu sudah dirubuhkan karena dibelakangnya dibangun PLN baru. Sebelum PLN, bangunan pabrik anim yang terkenal angker.
  14. Legenda LAMPOR. Lampor adalah tentara dari kerajaan Ratu Pantai Selatan. Mereka datang dengan kereta kuda mengantarkan Ratu yang hendak berkunjung dengan kereta kencananya menuju Gunung Merapi melewati sungai Code. Tapi jaman dulu memang mereka benar-benar mendengarkan suara gemerincing itu. Legenda tentang Lampor ini pernah dituliskan dalam sebuah cerpen oleh seorang tukang becak, tapi ketika tulisannya mendapat juara dalam sebuah kompetisi, dia menolak untuk menulis lagi.

0 komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

ballava Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos